LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR “PRISMA GELAS”

LAPORAN PRAKTIKUM

FISIKA DASAR

“PRISMA GELAS”

KELOMPOK 4 (EMPAT)

AGRIBISNIS (D)

 ANGGOTA :

 

  1. RAVI AYUANDA                                                                ( D1B011023)
  2. MARIA LUSIA H                                                                ( D1B011024)
  3. MUHAMMAD HANAFI S                                                  ( D1B011025)
  4. RIRI HUTAGALUNG                                                        ( D1B011026)
  5. NOVIA ANJANI                                                                  ( D1B011027)
  6. STHELA ELISA P.S                                                                        ( D1B011028)
  7. AHMAD ATEK                                                                    ( D1B008002)

FAKULTAS PERTANIAN

JURUSAN AGRIBISNIS

UNIVERSITAS JAMBI

2011/2012

 

 

 

 

Bab. 1

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Jika seberkas cahaya datang dan membentuk sudut terhadap permukaan, maka

berkas cahaya tersebut ada yang dibelokkan sewaktu memasuki medium baru tersebut, dimana pembelokan itu disebut dengan pembiasan.

Indeks bias atau indeks bias suatu zat adalah ukuran dari kecepatan cahaya dalam zat tersebut. Hal ini dinyatakan sebagai rasio dari kecepatan cahaya dalam vakum relatif terhadap yang dalam medium dipertimbangkan.

Sebagai media keluar cahaya, seperti udara, air atau gelas, juga bisa mengubah arah propagasi dalam proporsi ke indeks bias (Hukum Snell).

Indeks bias bahan bervariasi dengan frekuensi cahaya yang terpancar .

Yang melatar belakangi peneliti melakukan praktikum ini adalah untuk mengetahui indeks bias dan membandingkan sudut deviasi hasil pengamatan dengan sudut deviasi hasil pengukuran

1.2. Tujuan Praktikum

v  Mengenal prisma beserta sifat-sifatnya

v  Menentukan sudut deviasi

1.3. Prinsip Teori

Prisma adalah benda bening yang dibatasi oleh dua bidang datar yang membentuk sudut tertentu satu sama lain.Prisma merupakan salah satu benda optik yang dapat menguraikan sinar putih (polikromatik) menjadi sinar-sinar penyusunnya.Sudut pembias prisma (). Sudut pembias prisma ini dibentuk oleh kedua bidang pembias prisma. Atau disebut juga sudut puncak prisma.

Sinar datang dari medium (n1) menuju medium kaca/prisma dengan sudut datang i1 mengalami pembiasan pertama kali dengan sudut bias r1.Sinar datang dari prisma/kaca keluar dari medium (n1) dengan sudut datang i2 akan dibiaskan kedua kali dengan sudut bias r2.

Dispersi adalah peristiwa penguraian cahaya polikromarik (putih) menjadi cahaya-cahaya monokromatik (me, ji, ku, hi, bi, ni, u) pada prisma lewat pembiasan atau pembelokan.   Hal ini membuktikan bahwa Cahaya putih terdiri dari harmonisasi berbagai cahaya warna dengan berbeda-beda panjang gelombang. Sudut deviasi adalah sudut yang dibentuk antara perpanjangan sinar yang menuju prisma dengan perpanjangan sinar yang keluar dari prisma.

Prisma adalah zat bening yang dibatasi oleh dua bidang datar. Apabila seberkas sinar datang     pada salah satu bidang prisma yang kemudian disebut sebagai bidang pembias I, akan dibiaskan mendekati garis normal. Sampai pada bidang pembias II, berkas sinar tersebut akan dibiaskan menjauhi garis normal.  Pada bidang pembias I, sinar dibiaskan mendekati garis normal, sebab sinar datang dari zat optik kurang rapat ke zat optik lebih rapat yaitu dari udara ke kaca. Sebaliknya pada bidang pembias II, sinar dibiaskan menjahui garis normal, sebab sinar datang dari zat optik rapat ke zat optik kurang rapat yaitu dari kaca ke udara. Sehingga seberkas sinar yang melewati sebuah prisma akan mengalami pembelokan arah dari arah semula.

Marilah kita mempelajari fenomena yang terjadi jika seberkas cahaya melewati sebuah prisma seperti halnya terjadinya sudut deviasi dan dispersi cahaya.

1. Sudut Deviasi  

 

 

 

 

 

 

Bab. 2

METODOLOGI

 

2.1. Waktu dan Tempat

Hari, tanggal        : Rabu , 9 Mei 2012

Pukul                    : 09.00 – 10.00

Tempat                 : Laboratorium Unit Pelayanan MIPA Universitas Jambi

2.2. Alat dan Bahan

Adapun alat – alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah:

v  Kertas HVS atau kertas gambar

v  Busur derajat

v  Jarum pentul 4 buah

v  Mistar 30cm

v  Paku paying

v  Triplek 25 x 35 cm

v  Pensil runcing

Adapun bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah:

v  Prisma gelas

2.3. Prosedur Percobaan

  1. Letakkan kertas HVS diatas triplek / karton, klem dengan paku paying agar kertas tidak bergeser.
  1. Letakkan prisma gelas diatas HVS kemudian dengan pensil yang runcing gambarlah bentuk prisma , beri tanda titik pada sudut pembias.
  1. Ambil kembali prisma dan pada kertas gambar buat garis normal pada titik di sisi AC (lihat gambar 2.1).
  1. Atur dan tarik garis sinar datang ( dengan memakai busur ) sehingga membentuk sudut datang (d), 50  dengan garis normal dari sisi AC.
  2. Pasangkan kembali prisma, tancapkan jarum pentul P1 dan P2 pada sinar datang dengan jarak ± 2 cm. (tarik garis, dan tanda putus-putus sampai ke dalam bidang prisma).
  1. Tancapkan jarum pentul P3 dan P4 dimana kedua jarum kelihatan berada dalam satu garis lurus dengan bayangan P1 dan P2 dilihat dari sisi BC.
  1. Ambil kembali prisma dan tarik garis melalui P3 dan P4 dihasilkan berkas sinar keluar, sinar datang dan sinar keluar keduanya berpotongan dan membentuk sudut deviasi (D). Dengan garis putus-putus di dalam bidang prisma yang sudah digambarkan.
  1. Tarik garis normal melalui K .
  1. Ukurlah sudut deviasi dan sudut keluar dengan busur.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab. 3

HASIL dan PEMBAHASAN

 

3.1. Hasil Pengamatan

Hasil pengamat terdapat pada hardcopy pada laporan praktikum kelompok

3.2. Pembahasan

Hasil pengamatan pada sudut datang 500 prisma segitiga sama kaki Titik awal sinar datang (dalam praktikum diwakili dengan jarum pentul) dengan jarak P1 2 cm dan P2 membentuk sudut 500 dari garis Normal. Hasil berkas dari sinar datang tadi membentuk sudut bias  dan sudut pantul/sinar keluar sebesar 420 dan sinar bias sebesar 430.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Bab. 4

KESIMPULAN

 
Dari percobaan diatas dapat diambil kesimpulan. Bahwa semakin dekat sudut sinar datang terhadap garis normal, maka semakin besar pula sudut pantul dan sudut bias sinar terhadap garis normal. Begitu pula sebaliknya Semakin jauh sudut sinar datang terhadap garis normal, maka semakin kecil pula sudut pantul dan sudut bias sinar terhadap garis normal.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: