LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR HIDRODINAMIKA

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR

HIDRODINAMIKA

DISUSUN OLEH      :

KELAS                       : D ~ AGRIBISNIS

KELOMPOK             : IV

ANGGOTA                : ~ MUHAMMAD HANAFI             (D1B011025)

~ RAVI AYUANDA EKA. P         (D1B011023)

~ MARIA LUSIA.H                                    (D1B011024)

~ RIRI HUTAGALUNG                 (D1B011026)

~ NOVIA ANJANI                         (D1B011027)

~ STHELLA ELISA PUTRI. S       (D1B011028)

~ AHMAD ATEK                            (D1B208022)

AGRIBISNIS

FAKULTAS PERTANIAN

UNIVERSITAS JAMBI

2012

HIDRODINAMIKA

  1. A.  Tujuan
  • Menentukan jarak pancar zat cair yang mengalir
  • Menentukan volume / debit zat cair yang mengalir.
  1. B.  Alat dan bahan
    1. Alat
  • Tabung bonanza
  • Stopwatch
  • Mistar
  • Ember plastik
  • Jangka sorong
  1. Bahan
  • air
  1. C.  Prinsip Teori

 

Kata hidrodinamika pertama dikenalkan oleh Daniel Bernoulli pada tahun 1700-1783 untuk mengenalkan dua macam ilmu hidrostatik dan hidraulik. Beliaupun mengeluarkan teori yang terkenal dengan nama teori Bernoulli. Kemudian d’Alembert pada tahun 1717-1783 melakukan penelitian mengenai tahanan, dan menghasilkan paradox atas nama dirinya dan mengenalkan teori hukum konservasi massa, persamaan kontinyuitas pada aliran fluida. Euler pada tahun 1707-1783 menghasilkan persamaan gerak fluida ideal dan mengembangkan teori matematisnya dan dilanjutkan oleh Lagrange pada tahun 1736-1813. Navier pada tahun 1785-1836 menyatakan penemuan tentang persamaan gerak untuk fluida berviskositas berdasarkan interkasi molekul. Stokes pada tahun 1819-1903 juga menemukan persamaan gerak untuk fluida berviskositas, beliau terkenal dengan penemuan teori mdern hidrodinamika. Rankine pada tahun 1820-1872 mengembangkan teori sumber (source) dan sumur (sinks). Helmholtz pada tahun 1821-1894  mengenalkan teori potensial kecepatan (velocity potential) dan menemukan teori vortex dan pergerakan yang tidak berlanjut. Kirchhhof pada tahun 1824-1887 dan Rayleigh pada tahun 1842-1919 melanjutkan  penelitian mengenai pergerakan yang tidak berlanjut suatu fluida dan tahanannya. Osborne Reynolds pada tahun 1842-1912 melakukan penelitian tentang pergerakan fluida berviskositas, mengenalkan konsep aliran laminar dan turbulent dan mengenalkan perubahan yang tiba-tiba pada fluida dari satu regime keregime lainnya. Joukowski pada tahun 1847-1921 mengembangkan teori dari perencanaan aerofoil dan teori tersebut terkenal dengan namanya sendiri. Lanchester pada tahun 1868-1945 mengembangkan dua teori modern tentang penerbangan, pertama ide sirkulasi yang mnyebabkan gaya angkat dan kedua ide adnya ulekan diujung foil yang menghasilkan  gaya drag. Prandtl pada tahun 1875-1953  mengenalkan teori lapisan batas (boundary layer) sehingga mengenalkan ide fluida viscous dan inviscid.

Hidrodinamika merupakan salah satu cabang ilmu yang berhubungan dengan gerak liquid atau lebih dikhususkan pada gerak air. Skala atau lingkup analisis ilmu ini adalah pada gerak partikelir air atau dapat disebut dalam skala makroskopik. Skala makroskopik disini memiliki maksud air tersusun dari partikel-partikel fluida. Mengapa makroskopik karena partikel fluida bukan skala terkecil air yakni atom. Lebih penting lagi bidang ini merupakan aplikasi matematik bukan fisika. Karena berhubungan dengan perlakuan matematik dari persamaan-persamaan dasar fluida kontinyu berbasis hukum-hukum newton. Jadi objek yang dijadikan bahan analisa merupakan fluida newton.

Kecepatan dan tinggi tempat suatu arus zat yang bergerak (mengalir) sbb:

P ı + 1/2P.V2 1 + p.g.h. ı = P2

Karena kedua permukaan zat cair tersebut berhubungan dengan udara luar.

P ı = P2=Pз =Tekanan udara Luar

Jadi :

1/2P.V2 1+p.g.h1=1/2P.v2 2 + p.g.h2

Vı = Kecepatan turunya zat cair dalam bejana, dan harganya sangat kecil Sehingga dapat diabaikan maka v1= 0. Dengan demkian diperoleh

V2= 2.G. h

Debit air adalah banyaknya air yang mengalir pada suatu pembuluh tertentu dengan luas penanmpang A, yang dirumus sbb:

Q = V.A

Untuk menentukan besar volume air yang keluar dari luabng pembuluh / penampang

dalam jangka waktu (t) tertentu, digunakan sbb:

V = Q.t

  1. D.  Prosedur Percobaan

 

  1. Menyiapkan semua alat dan bahan yang diperlukan
  2. Mengukur diameter tabung bonanza
  3. Memasukkan air kedalam tabung, sebelumnya lobang ditutup dengan jari tangn hingga tak mengalir.
  4. Mengukur tinggi permukaan air dari dasar tabung (H)
  5. Melepaskan jari dari lubang tersebut, bersamaan dengan itu stopwatch dijalankan.
  6. Jarak pancar air pertama yang mengalir keluar diukur dengan mistar yang telah disiapkan didasar tabung
  7. Mencatat waktu yang diperlukan sampai zat cair itu berhenti mengalir
  8. Melakukan c sampai g dengan 3X pengulangan
  9. Ulangi percobaan untuk tinggi permukaan air yang berbeda
  10. Mencatat hasil percobaan pada suatu tabel
  1. E.  Data Hasil Pengamatan

 

Tinggi Air(H)

(Cm)Diameter

(Cm)Jarak (X)

(Cm)Jarak

rata-rataWaktu (T)

(Cm)Waktu

Rata-rata

Tabung A

42

Tabung A

70,6 mm

Tabung A

X1 = 19 cm

X2 = 21 cm

X3 = 24 cm

Tabung A

21.33

Tabung A

T1 = 30,97

T2 = 31,35

T3 = 31,91

Tabung A

31,41

Tabung B

41

Tabung B

70,7 mm

Tabung B

X1 = 21 cm

X2 = 23 cm

X3 = 24 cm

Tabung B

22,66

Tabung B

T1 = 22,64

T2 = 22,15

T3 = 22,08

Tabung B

22,29

 

  1. F.   Tugas

 

  1. Dengan memakai rumus, hitunglah kecepatan air yang mengalir, debit air dan volume air yang keluar
  2. Kesimpulan apa yang dapat saudara ambil dari percobaan yang saudara lakukan ?

G. Jawaban Tugas

  1. kecepatan
  • Vtabung a = 2.G.h

Vtabung a = 2. 10 m/s. 0,42 m

Vtabung a = 8,4 m/s

  • Vtabung b=2.G.h

Vtabung b= 2. 10 m/s. 0,41

Vtabung b= 8,2 m/s

  1. Debit air

La = ¼ π .d2

    = ¼ .22/7. (7,06)2

    = 39,17 cm2

Lb = ¼ π .d2

       = ¼ . 22/7. (7,07)2

     = 39,25 cm2


 

  • Q tabung a = V. A

Q tabung a = 8,4 . 39,17

Q tabung a = 329,03 cm2 = 3,29 m

  • Q tabung b = V. A

Q tabung b = 8,2 . 39,25

Q tabung b = 321,85 cm2 = 3,22 m

  1. Volume air yang keluar
  • Va = Q.t

= 3,29.31,41

= 103,34 m

  • Vb = Q.t

= 3,22. 22,29

= 71.78 m


 

KESIMPULAN

 

 

Kata hidrodinamika pertama dikenalkan oleh Daniel Bernoulli pada tahun 1700-1783 untuk mengenalkan dua macam ilmu hidrostatik dan hidraulik. Beliaupun mengeluarkan teori yang terkenal dengan nama teori Bernoulli.

Hidrodinamika merupakan salah satu cabang ilmu yang berhubungan dengan gerak liquid atau lebih dikhususkan pada gerak air.

Luas Penampang sangat berpengaruh pada kecepatan air yang mengalir, debit air dan volume air yang keluar pada tabung bonanza

Semakin kecil luas penampang (diameter tabung), maka semakin besar debit yang dihasilkan.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d blogger menyukai ini: